TUGAS ANTROPOLOGI PENDIDIKAN


KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR DI TAMAN PENDIDIKAN AL-QURAN
Dosen Pengampu:
Sahlul Fuad, S. Ag, M.Si

ARTIKEL PENELITIAN
OLEH :
Anton
Muhammad Lival Bukhari
Saidina Umar
(171311722)
(171311739)
(171311752)








PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT PERGURUAN TINGGI ILMU AL-QURAN
JAKARTA
2018


KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR DI TAMAN PENDIDIKAN AL-QURAN
(Studi Kasus di TPQ Annuriyah)

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kegiatan pembelajaran di TPQ Annuriyah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah informan dan aktivitas. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis interaktif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1). Kegiatan pembelajaran di TPQ tidak jauh berbeda dengan kegiatan pembelajaran pada sekolah formal pada umunya seperti Sekolah Dasar (SD). 2) Tingkat religiusnya sama bahkan bisa lebih daripada Madrasah sekalipun tergantung pada metode dan pendidiknya.


Kata kunci : Pembelajaran TPQ


I. PENDAHULUAN

Bangsa Indonesia masih dihadapkan panda kondisi sulit dalam krisis multidimensional. Tidak hanya kondisi ekonomi yang belum beranjak pulih dari krisis, tetapi juga karakter dan kepribadian bangsa ini semakin mengalami kemunduran. Hal ini terbukti dari banyaknya kasus Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN) yang masih marak dan belum ada trend mengalami penurunan bahkan cenderung bertambah variasinya, misalnya terbongkarnya kasus Mafia Hukum dan Mafia Anggaran. Fakta-fakta tersebut menunjukkan bahwa sangat buruknya karakter kader-kader bangsa ini yang perlu segera diperbaiki.
Generasi muda penerus bangsa semakin tidak mengenal bangsanya sendiri. Nilai kepedulian dan rasa cinta tanah air mulai memudar dari sanubari masyarakat. Salah satu penyebabnya adalah karena sistem pendidikan yang selama ini berjalan masih kurang tepat dan masih kurang sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia. Pendidikan lebih difokuskan pada bidang akademiknya saja, sedangkan yang menyangkut pendidikan moral spiritual belum menjadi fokus perhatian. Hal tersebut sangat kontras dengan kepribadian bangsa Indonesia yang sejatinya merupakan bangsa yang memegang teguh adat ketimuran yang adi luhung yang berarti bahwa bangsa Indonesia mempunyai nilai spiritualisme yang tinggi.
Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, telah menegaskan kepribadian bangsa Indonesia sebagai bangsa yang religius. Religiusitas merupakan unsur pokok dan dominan dalam membentuk suatu kepribadian manusia, yaitu manusia yang berkarakter yang mengarahkan dirinya pada suatu keadaan untuk lebih mengenal penciptanya. Dengan mengenal Tuhan, maka manusia akan memiliki orientasi hidup yang hakiki, yaitu melaksanakan ketaatan atas ajaran Tuhan dan menjauhi segala larangan-Nya, atau yang kerap kali didefinisikan sebagai ketaqwaan.
Melihat banyaknya krisis moral yang ada saat ini tentu adanya suatu pendidikan religi menjadi salah satu solusi terbaik untuk menyelamatkan karakter generasi penerus bangsa ini. Sebagai bangsa dengan mayoritas penduduk beragama Islam, maka pendidikan keagamaan dan akhlak dapat dimulai sejak usia dini. Pendidikan religi yang anak usia dini dapat dilakukan secara informal melalui keluarga maupun lingkungan sosial masyarakat, salah satu bentuknya adalah melalui Taman Pendidikan Al-Quran (TPA/TPQ).
Terdapat sembilan pilar karakter yang berasal dari nilai-nilai luhur universal, yaitu: pertama, karakter cinta Tuhan dan segenap ciptaan-Nya; kedua, kemandirian dan tanggungjawab; ketiga, kejujuran/amanah, diplomatis; keempat, hormat dan santun; kelima, dermawan, suka tolong-menolong dan gotong royong/kerjasama; keenam, percaya diri dan pekerja keras; ketujuh, kepemimpinan dan keadilan; kedelapan, baik dan rendah hati, dan; kesembilan, karakter toleransi, kedamaian, dan kesatuan. (Prof. Dr. Suyanto, Ph. D, 2010)
Kesembilan pilar karakter tersebut dalam terimplementasikan dalam proses kegiatan belajar mengajar (PKBM) di Taman Pendidikan Al’Qur’an (TPA/TPQ). Pendidikan yang dilakukan di TPA/TPQ merupakan pendidikan informal dan lebih dominan berorientasi kepada aspek afektif-implementatif dibandingkan aspek kognitif. Penagajar TPA/TPQ (ustadz/ustadzah) dalam menyampaikan materi (akhlaq, BTAQ, syariah, dan sebagainya) sebisa mungkin dengan penuh pemahaman dan kekeluargaan, jauh berbeda dengan pendidikan formal di sekolah yang hanya menekankan ketuntasan standar nilai tertentu (KKM).
Pendidikan di TPA/TPQ lebih menekankan pada dimensi akhlak meskipun tidak pula menafikan dimensi intelektual. Peserta didik (santri/santriwati) TPA/TPQ akan mendapatkan pendampingan yang lebih intensif dibandingkan pendidikan formal di sekolah. Hal ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa nyaman dalam belajar sehingga materi yang disampaikan lebih mudah dipahami, lebih jauh lagi agar lebih mudah diimplementasikan dalam kehidupan keseharian. Sistem pembelajaran ini pun telah diadopsi di sekolah-sekolah Islam terpadu yang mulai banyak berdiri dan berkembang di tahun 2002an.
Melihat potensi kuantitas TPA/TPQ yang jumlahnya hampir 100.000an si seluruh wilayah Indonesia, cukuplah memegang peran sentral apabila mampu dioptimalkan sebagai basis pendidikan karakter bangsa, terutama untuk pendidikan anak usia dini (PAUD). Dengan revitalisasi, rekonstruksi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), TPA/TPQ akan mampu memberikan sumbangsihnya demi perbaikan karakter generasi masa depan bangsa menuju yang lebih baik. Tidak ada yang tidak mungkin untuk sebuah ikhtiar suci.

II. PROFIL SEKOLAH

  1. Nama Sekolah             : TPQ Annuriyah
Alamat                                    : Jl. Bangka IX/B Gg. E RT 06 / RW 012 Kel. Pela Mampang,
Kec. Mampang Prapatan - Jakarta Selatan (12720)
Observer                      : Anton, Muhammad Lival Bukhari dan Saidina Umar



III. HASIL PENELITIAN

1). Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan di TPQ Annuriyah berjalan selama 5 hari dalam seminggu, yaitu dari hari senin sampai hari jumat. Waktunya dibagi menjadi 2 waktu, yaitu siang hari dari jam 13.15 sampai jam 15.00 dan sore dari jam 15.30 sampai jam 17.15. Sebelum kegiatan belajar mengajar dilaksanakan, setiap kelas yang terdiri dari 2 kelas untuk siang dan 5 kelas untuk sore selalu berkumpul terlebih dahulu di aula sekolah untuk melaksanakan doa dan tadarus Al-quran bersama yang dipimpin oleh gurunya. Setelah doa dan tadarus, seluruh murid kembali ke kelasnya masing-masing. Adapun untuk materi yang diajarkan berbeda antara siang dan sore. Kelas siang terdiri atas anak yang masih belajar di TK/PAUD dan anak-anak yang belum sekolah. Pembelajaranpun hanya sebatas baca tulis hitung, hafalan surat pendek dan doa-doa serta pembelajaran iqra setiap harinya. Adapun untuk kelas sore terdiri atas anak-anak yang sudah menginjak Sekolah Dasar kelas 1 sampai 6 yang dibagi menjadi 5 kelas. Materi yang diajarkan antara lain ialah pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Arab, Bahasa Inggris, Matematika, PAI, Doa-doa dan Hafalan Surat-surat Pendek.

2). Metode Pembelajaran
   Sebelum jam pelajaran dimulai semua kelas dikumpulkan untuk membaca doa dan tadarus quran secara bersama – sama. Mereka juga menghafal hadis – hadis pendek. Seperti hadis tentang kasih sayang, hadis tentang kebaikan, dan lain – lain. Metode pembelajaran yang digunakan di setiap kelas berbeda – beda. Di kelas jilid 2 misalnya, metode belajar yang digunakan yaitu dengan ceramah, bercerita mengenai kisah nabi, lalu setelah itu digunakan metode tanya jawab, dilanjutkan dengan menulis, dan mengaji.
Untuk Materi Qiro’ati digunakan metode pembelajaran sebagai berikut:

1.      Metode classical
Clasical artinya bersama-sama. Pesan Metode ini adalah menciptakan keragaman dalam membaca, membantu belajar anak dalam arti sebagai latihan dsb. Classical dalam qiroati menggunakan banyak variasi seperti, menggunakan ketukan, lagu, dan variasi lainnya sesuai inovasi ustadzah. Fungsi ketukan : menyeragamkan tempo bacaan santri dalam rangka melatih kelancaran baca santri. Fungsi lagu : menyeragamkan bacaan tepat santri (tidak panjang jika huruf pendek dan sebaliknya). Standar Kompetensi baca qiro’ati : santri baca tepat, lancar, cepat dan benar sehingga tujuan (spontanitas santri baca huruf, harokat dan panjang pendek) bisa terpenuhi.

2.      Metode individual
Individual artinya baca sendiri. Mengetahui secara lebih spesifik kemampuan dan kelemahan dasar santri sekaligus memberikan pendalaman dan perbaikan terhadap kelemahan santri.

3.      Metode Baca Simak
Santri membaca-santri menyimak. Ustadzah bisa ikut berpartisipasi. Biasanya, metode ini untuk usia tertentu menjadi pilihan yang menyenangkan sebab santri mendapat kesempatan untuk mengasah kejelian dan ketelitian dirinya sendiri ketika harus mengoreksi bacaan temannya.

Sedangkan untuk materi umum, digunakan metode sebagai berikut :
1.         Metode Ceramah
Metode ini adalah suatu cara penyampaian bahan pengajaran dalam bentuk penuturan atau penerangan lisan oleh guru terhadap para santri. Penerapannya adalah sebagai berikut :
a.    Dilakukan pada saat KBM klasikal, yaitu klasikal awal, klasikal kelompok privat atau klasikal akhir.
b.   Didukung oleh alat bantu berupa gambar, bagan atau sketsa, alat peraga dan alat bantu lainnya.
c.    Dapat divariasi dengan kemasan BBM (bermain, bercerita dan menyanyi) atau dipadukan/divariasi dengan metode tanya jawab.
d.   Bahan pengajaran yang dapat disajikan dengan metode ceramah umumnya adalah bahan pengajaran yang menuntut pemahaman dan pembentukan sikap seperti :materi aqidah akhlaq, ilmu tajwid, ilmu gharib, fiqih, praktek shalat, dsb.


2.      Metode Tanya Jawab
Metode tanya jawab adalah suatu cara penyampaian bahan pengajaran melalui proses tanya jawab. Siapa yang bertanya dan siapa yang menjawab, hal itu perlu diatur dengan baik agar KBM berjalan efektif dan efisien. Penerapannya adalah sebagai berikut :
a.       Metode ini dapat diterapkan pada saat privat atau pada saat pendekatan klasikal/kelompok privat. Bisa juga pada klasikal awal atau klasikal akhir, sesuai dengan situasi dan kondisinya.
b.      Pola interaksi tanya jawab dapat dilakukan dengan cara bervariasi :

1)      Saat KBM klasikal
a)   Ustadzah bertanya dan santri menjawabnya secara perorangan, lalu Ustadzah memberi pengarahan atau pengembangan seperlunya, atau
b)   Santri dirangsang untuk bertanya atau membuat pertanyaan, lalu Ustadzah memberikan jawaban sebelum diberi jawaban final oleh Ustadzah yang bersangkutan.

2)      Saat KBM privat
a)   Ustadzah bertanya, santri menjawab, atau
b)   Santri dirangsang untuk bertanya dan Ustadzah menjawab
Metode tanya jawab dapat digunakan untuk semua bahan pengajaran. Minat santri untuk berani bertanya dan berani menjawab atau mengemukakan pendapatnya dapat dirangsang dengan pemberian ”hadiah pujian” bagi anak yang berani tampil bertanya dan anak yang bisa memberi jawaban dengan benar. Dan sewaktu-waktu (bila perlu) disediakan hadiah khusus. Hadiah-hadiah spontan tersebut dilakukan pada waktu KBM klasikal.

3.   Metode Demonstrasi
Metode demonstrasi adalah suatu cara penyampaian bahan pengajaran dalam bentuk mempertunjukkan gerakan-gerakan untuk disaksikan dan ditiru oleh santri. Penerapan metode ini adalah sebagai berikut :
a.       Dapat dilakukan dalam KBM klasikal maupun privat.
b.      Dapat dipadukan atau disertai metode ceramah (dalam rangka penjelasan lisan), metode latihan atau metode pemberian tugas.
c.       Bahan pengajaran yang sesuai dengan penggunaan metode ini ialah bacaan qiro’ati, bacaan ilmu tajwid, praktek shalat (berikut praktek wudhu), dsb.

4.   Metode Latihan/Drill
Metode latihan/drill adalah suatu cara penyampaian bahan pengajaran dalam bentuk latihan-latihan khusus dalam rangka mengembangkan keterampilan tertentu dikalangan para santri. Drill ini berupa hafalan surat-surat pendek, doa harian, kalimat toyyibah, bacaan sholat dsb. Penerapan metode ini dilakukan sebelum KBM.

5.   Metode Pemberian Tugas
Metode pemberian tugas adalah suatu cara penyampaian bahan pengajaran dalam bentuk pemberian tugas tertentu dalam rangka mempercepat target pencapaian tujuan pengajaran dan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Penerapan metode ini adalah sebagai berikut :
a.          Dapat dilakukan pada saat KBM klasikal kelompok privat. Tugas tersebut sewaktu-waktu dapat berupa pekerjaan rumah (PR). Tugas ini dilakukan secara individual, terutama bagi santri-santri yang dinilai lambat dalam memenuhi target pencapaian pengajarannya.
b.      Pemberian tugas dapat berupa petunjuk lisan atau petunjuk tertulis, misalnya berupa soal-soal yang harus dicari sendiri jawabannya, tugas menghafal atau mempelajari bahan/buku sumber tertentu, tugas menyalin bahan tulisan dan sebagainya.
c.       Metode pemberian tugas berkaiatan erat dengan metode latihan atau metode tanya jawab. Oleh karenanya dapat dipadukan atau diselaraskan sesuai kebutuhan atau target yang mau dicapai.

6.      Metode Kerja Kelompok
Metode kerja kelompok adalah suatu cara penyampaian pengajaran dalam bentuk pembagian tugas secara kelompok. Penerapan metode ini adalah sebagai berikut :
e.       Metode kerja kelompok hampir sama dengan metode pemberian tugas, bedanya pemberian tugas dikerjakan oleh anak secara perorangan sedangkan kerja kelompok dikerjakan oleh beberapa anak dalam satu kelompok kerja kelompok klasikal.
f.       Dapat diterapkan dalam KBM klasikal, atau pada waktu karyawisata.
g.      Isi kegiatan dapat berupa tugas mengerjakan soal, pembuatan karya kreatifitas santri, pembahasan materi diskusi kasus dan sebagainya.
h.      Metode ini dapat pula dijadikan sebagai salah satu alternatif dalam mengisi waktu pada saat ustadzah yang bertugas berhalangan hadir.

7.      Metode Outdoor
UntukMetode outdoor adalah suatu cara pembelajaran dalam rangka mengembangkan wawasan, pengalaman, dan penghayatan para santri terhadap bahan pengajaran yang pernah mereka terima dengan jalan mengunjungi tempat di luar gedung biasanya di taman kompleks BPI.

3). Evaluasi
Untuk evaluasi, tahun ajaran 2018 – 2019 TPQ Annuriyah diadakan satu semester sekali. Ujian ini dinamakan ujian EBTAQ (Evaluasi Belajar Tahap Al-Qur;an). EBTAQ sendiri diadakan di tiga tingkatan, yaitu tingkat lembaga, kecamatan dan kota. Kalau lulus ujian tingkat kota maka akan mendapatkan sertifikat kelulusan tingkat kota. Namun apabila tidak lulus ujian akan mengulang tahun depan.  Ujian - ujian tersebut meliputi ujian tertulis, qiro’ati dan hafalan.

STANDAR PENILAIAN MATA PELAJARAN:
Kategori nilai :
A         :  (100-90)
B+       :  (89-86)
B         :(85-76)
B-        :  (75-70)
C         :  (69-60)



4).    Jadwal Pembelajaran

Kelas Siang
NO
HARI
WAKTU
MATA PELAJARAN
1
Senin
13.15 – 13.45
13.45 – 14.15
14.15 – 15.00
Doa & Tadarus
Membaca
Iqra
2
Selasa
13.15 – 13.45
13.45 – 14.15
14.15 – 15.00
Doa & Tadarus
Menulis
Iqra
3
Rabu
13.15 – 13.45
13.45 – 14.15
14.15 – 15.00
Doa & Tadarus
Praktek Shalat
Iqra
4
Kamis
13.15 – 13.45
13.45 – 14.15
14.15 – 15.00
Doa & Tadarus
Doa-Doa
Iqra
5
Jumat
13.15 – 13.45
13.45 – 14.15
14.15 – 15.00
Doa & Tadarus
Surat Pendek
Iqra

Kelas Sore
NO
HARI
WAKTU
MATA PELAJARAN
1
Senin
15.15 – 15.45
15.45 – 16.15
16.15 – 17.15
Doa & Tadarus
Bahasa Indonesia
Iqra
2
Selasa
15.15 – 15.45
15.45 – 16.15
16.15 – 17.15
Doa & Tadarus
Matematika
Iqra
3
Rabu
13.15 – 13.45
13.45 – 14.15
14.15 – 15.00
Doa & Tadarus
Praktek Shalat
Iqra
4
Kamis
15.15 – 15.45
15.45 – 16.15
16.15 – 17.15
Doa & Tadarus
Bahasa Arab
Iqra
5
Jumat
15.15 – 15.45
15.45 – 16.15
16.15 – 17.15
Doa & Tadarus
Doa-Doa
Iqra




IV. KESIMPULAN
Dari  observasi  yang  telah kami  lakukan  oleh  beberapa  kali  di  TPQ Annuriyah dapat disimpulkan bahwa TPQ Annuriyah memiliki kondisi yang baik untuk pembelajaran serta sudah mencerminkan kegiatan-kegiatan untuk mncapai visi misi yang sudah ditetapkan pada TPQ  ini.
Selain  itu  TPQ  ini  juga  sudah  menerapkan standar  pendidikan  anak  usia  dini yang terlihat melalui segala bentuk aturan serta kegiatan pembelajaran yang dilakukan.
Selain itu TPQ Annuriyah juga memiliki progam – progam kerja seperti progam kerja harian, mingguan, bulanan, dan tahunan.Adapunmetode pembelajaran yag digunakan bermacam – macam seperti Sarana dan prasarana di TPQ Annuriyah sudah mampu menunjang segala bentuk kegiatan pembelajaran.

V.             PENUTUP
Demikian laporan yang dapat kami sampaikan kami telah berusaha semaksimal mungkin membuat laporan ini dengan segala keterbatasan kami, untuk itu kritik dan saran anda sangat kami harapkan untuk kebaikan laporan yang akan dating. Apabila terdapat kesalahan dalam penulisan maupun teknis kami mohon maaf. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.


DOKUMENTASI

 


FILE DOWNLOAD



Labels : wallpapers Mobile Games car body design Hot Deal
Category: 0 komentar
Search Terms : property home overseas properties property county mobil sedan oto blitz black pimmy ride Exotic Moge MotoGP Transportasi Mewah free-islamic-blogspot-template cute blogger template free-blog-skins-templates new-free-blogger-templates good template blogger template blogger ponsel Download template blogger Free Software Blog Free Blogger template Free Template for BLOGGER Free template sexy Free design Template theme blogspot free free classic bloggerskin download template blog car template website blog gratis daftar html template kumpulan templet Honda SUV car body design office property properties to buy properti new